Pengertian Paving Block dan Standar SNI

Paving Block atau Conblock merupakan material konstruksi yang familiar dan sering digunakan untuk halaman, trotoar, parkiran dan jalan perumahan. Fungsinya tidak lain adalah sebagai perkerasan dan penutup permukaan tanah, dimana mempunyai daya serap air yang baik.

Paving Block terbuat dari bahan dasar yang sama dengan beton, yaitu semen, kerikil dan pasir. Proses pembuatannya terdiri dari dua metode, yaitu metode manual dan metode mesin. Selain itu, pada umumnya, perbedaan komposisi dari ketiga bahan tersebut akan menghasilkan mutu beton atau kekuatan yang berbeda pula.

Berikut beberapa mutu beton menuru SNI dan penggunaannya  untuk konstruksi :

1. Paving Block SNI Mutu Beton A

Jenis Paving / Conblock mutu A memiliki kuat tekan 400 kg/cm2 – 500kg/m2.

Jenis ini merupakan kualitas terbaik dan paling kuat untuk menahan beban jika dibandingkan dengan jenis mutu beton lain. Oleh karena itu, jenis conblock ini sering menjadi rekomendasi untuk digunakan pada jalan umum yang dilewati berbagai kendaraan, termasuk kendaraan berat, seperti truk kontainer, truk pasir / batu, dan truk molen.

2. Paving Block SNI Mutu Beton B

Jenis Paving / Conblock mutu B memiliki kuat tekan 200 kg/cm2 – 300kg/m2.

Jenis ini merupakan kualitas terbaik kedua untuk menahan beban. Oleh karena itu, jenis conblock ini sering menjadi rekomendasi untuk digunakan pada area parkiran mobil dan bis.

3. Paving Block SNI Mutu Beton C

Jenis Paving / Conblock mutu C memiliki kuat tekan 150 kg/cm2 – 175 kg/m2.

Jenis ini merupakan kualitas menengah yang dibuat tidak untuk menahan beban berat. Oleh karena itu, jenis conblock ini sering menjadi rekomendasi untuk digunakan pada area trotoar pejalan kaki

4. Paving Block SNI Mutu Beton D

Jenis Paving / Conblock mutu D memiliki kuat tekan <150 kg/cm2

Jenis ini merupakan kualitas terendah yang dibuat tidak untuk menahan beban berat.. Oleh karena itu, jenis conblock ini sering digunakan  halaman rumah yang tidak dilalui oleh kendaraan roda empat. Umumnya conblock jenis ini diproduksi secara manual tanpa mesin.

Demikian pembahasan ragam paving block standar SNI yang biasanya kita temui di pasaran dan proyek konstruksi.  Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan mutu beton dari conblock tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.

Semoga bermanfaat.
Salam.

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern
Telpon kami untuk informasi produk terupdate

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern Telpon kami untuk informasi produk terupdate

Setidaknya ada tahap yang perlu dilakukan sebelum melakukan pesamasangan paving block, yaitu tahap persiapan alat (stemper kuda / roller, stemper kodok, roskam, kayu kaso / besi hollow untuk leveling).

Stemper kuda / roller biasanya digunakan untuk meratakan permukaan pasir atau tanah yang akan dipasang paving block, sementara stemper kodok untuk meratakan paving block yang sudah terpasang agar tidak bergelombang dan memperkuat susunan paving satu dengan lainnya.

Setelah mempersiapkan alat, barulah lokasi tersebut siap dipasangi paving block. Berikut adalah cara pemasangannya :

  1. Bersihkan area dari batu, daun, ranting, plastik, dsb
  2. Tarik benang untuk menentukan leveling dan as area yang akan dipasang paving block
  3. Urug area yang kurang padat / berlubang dengan material seperti sirtu atau tanah.
  4. Ratakan permukaan tersebut dengan stemper kuda atau roller. Dan jika memungkinkan proses pemadatan ini diselingi dengan penyiraman air agar permukaan padat sempurna.
  5. Setelah permukaan dasar padat, kemudian dilanjutkan dengan menggelar pasir urug kira-kira 5cm dan ratakan dengan roskan, kayu kaso atau besi hollow (panjang 0.5-1,5m). Mengapa pasir? ini agar landasan rata dan mudah diatur.
  6. Pasang paving block sesuai motif atau pola yang telah direncakan mulai dari tengah dan bergerak ke tepi
  7.  Mengisi celah nat antar paving dengan  pasir atau abu batu agar susunan tidak bergeser
  8. Tahap terakhir yaitu melakukan pemadatan permukaan paving block dengan stemper kodok

Demikian cara pasang paving block yang baik dan benar.
Semoga bermanfaat.

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern
Telpon kami untuk informasi produk terupdate

6 Cara Mengatasi Lumut di Permukaan Paving Block

Iklim tropis yang lembab di Indonesia membuat lumut bertumbuh kembang dengan cepat di berbagai tempat, terutama pada batu, bata dan beton. Termasuk juga pada paving block atau conblock di pekarangan rumah anda.

Lumut pada permukaan paving block akan sangat menganggu apalagi jika area tersebut sering digunakan untuk akses jalan, parkir kendaraan, bermain, mencuci, dsb. Selain mengganggu tampilan juga akan membahayakan dan mengakibatkan pejalan kaki atau kendaraan tergelincir.

Tumbuhnya lumut pada permukaan paving block antara lain diakibatkan oleh beberapa penyebab sebagai berikut :

1. Sering Tergenang Air

Genangan air membuat paving block lembab dan membuat lumut nyaman untuk berkembangbiak. Hal ini biasanya terjadi karena pemasangan paving yang bergelombang sehingga air menggenang di bagian tertentu. Penyebab lain yaitu leveling dan kemiringan permukaan yang tidak diarahkan mengalir ke saluran pembuangan.

2. Kurang Terkena Sinar Matahari Langsung

Area yang kurang terkena sinar Matahari merupakan tempat yang cocok bagi lumut dan jamur karena itu membuat area tersebut menjadi lembab. Area ini biasanya tertutup oleh pepohonan atau kanopi.

3. Mutu Paving Block yang Buruk

Mutu yang buruk biasanya dapat dilihat dari besar tidaknya pori-pori pada permukaan paving block. Paving Block dengan pori besar cendrung berpotensi besar bagi tumbuh kembang lumut karena pori tersebut menyimpan air di permukaannya.

Berbeda dengan paving block berpori kecil yang tidak menyimpan air melainkan mengalirkan air ke celah-celah nat antar susunan paving menuju permukaan bawah paving.

Dan cara mengatasinya yaitu sebagai berikut :

1. Perhatikan Sudut Kemiringan Pemasangan Paving Block

Cek kembali apakah sudut kemiringan paving telah mengarah ke saluran pembuangan

2. Perbaiki Paving Block Yang Bergelombang

Bongkar dan perbaiki area paving yang bergelombang agar tidak ada genangan air, caranya bisa menambahkan lapisan pasir di landasannya.

3. Pangkas Dahan Pohon

Pangkas dahan-dahan pohon yang menghalangi sinar matahari langsung ke area paving block.

4. Sikat Lapisan Lumut Yang Ada

Jangan lupa bersihkan lapisan lumut yang ada saat ini. Hal ini untuk mengurangi potensi tumbuh kembang lumut.

5. Lapisi Dengan Anti Lumut (Coating Batu Alam)

Coating ini bisa dengan mudah didapatkan di toko bangunan. Ingat bahwa, lakukan langkah ini setelah langkah ke-4 dilakukan dan paving block telah kering sempurna.

6. Taburi Kapur Bangunan

Setelah lapisan coating kering, taburkan kapur bangunan di atas paving block.

Demikian pembahasan 6 cara mengatasi lumut di permukaan paving block. Semoga bermanfaat,
salam.

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern
Telpon kami untuk informasi produk terupdate

7 Alasan Menggunakan Paving Block

Paving Block atau conblock adalah produk beton pracetak yang dibuat dengan bentuk, ukuran dan kekuatan tertentu. Produk ini juga tersedia berbagai warna dan biasanya digunakan untuk trotoar, jalan tertentu, parkiran, dan pekarangan rumah.

Seringkali paving block digunakan sebagai alternatif penggunaan aspal ataupun beton karena alasan sebagai berikut :

1. Daya Serap Air Yang Lebih Baik

Paving Block yang terpasang dengan baik mampu meresapkan air ke tanah hingga 60%, yaitu dengan melalui celah nat pada pasangan paving. Jikalau hujan selama berjam-jam dan menyebabkan genangan air, paving block dengan kemiringan yang tepat mampu mengalirkannya menuju saluran pembuangan.

Beda halnya dengan aspal atau beton yang tidak memiliki celah nat untuk meresapkan air ke dalam tanah

2. Memberikan Kesan Natural

Secara visual dapat memberikan kesan alami seperti tekstur bebatuan, apalagi disekitarnya dipadukan dengan tumbuhan atau rumput hias. Sehingga tidak heran paving block juga cocok untuk pekarangan rumah.

3. Pilihan Model dan Pola Yang Beragam

Ada cukup banyak model paving block di pasaran, mulai dari bentuk kotak, persegi, segi enam, dsb. Atau dapat juga mencoba model paving block Besta yang lebih modern. Tersedia lebih dari 10 model paving block yang unik dan menarik, cocok untuk memperindah pekarangan rumah, kompleks perumahan, parkiran kos, hotel dan apartment.

4. Tahan Terhadap Perubahan Cuaca

Paving block yang baik memiliki permukaan yang tidak mudah tergerus air, misalnya saat musim penghujan. Berbeda dengan aspal dan beton yang murah tergerus saat musim penghujan, sehingga seringkali kita melihat aspal berlubang dan setiap tahun harus dilakukan penambalan ulang, dan itu hanya bisa dilakukan oleh instansi tertentu dengan menggunakan alat berat.

5. Perawatan Yang Mudah

Paving block termasuk produk perkerasan dengan perawatan yang mudah. Kalaupun ada bagian yang rusak, bisa dengan mudah diganti tanpa menggunakan peralatan berat. Selengkapnya untuk perawatan, dapat disimak pada artikel ini.

6. Harga Yang Relatif Terjangkau

Harga paving block tergolong cukup murah, tergantung pada bentuk dan kekuatan dari produk tersebut. Untuk paving block atau conblock yang berkualitas, Besta dapat menjadi pilihan tepat bagi anda. Tidak hanya murah, tetapi juga terjamin kualitasnya.

7. Memberikan Perbedaan Zonasi Suatu Kawasan

Biasanya cara ini digunakan pada kawasan Perumahan, dimana setiap kendaraan diharapkan tidak melaju dengan kencang, sehingga tidak membahayakan pengguna lain. Hal ini tidak lain karena tekstur pada paving block memberikan sedikit getaran saat melintas diatasnya. Secara tidak langsung membuat pengendara memperlambat kendaraannya dan menjadi lebih hati-hati.

Demikian pembahasan 7 alasan menggunakan paving block.
Semoga bermanfaat,
salam.

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern
Telpon kami untuk informasi produk terupdate

5 Manfaat Komposisi Abu Batu Pada Conblock

Abu batu adalah material bangunan berwarna abu-abu dan bertekstur butiran, yang mana dihasilkan dari proses sampingan dari industri pemecah batu (stone crusher) dan industri semen. Material ini dapat digolongkan dalam agregat yang diperlukan untuk campuran pengaspalan dan pengganti pasir. Di sisi lain, paving block (conblock) dan batako seringkali menggunakan ini sebagai campuran.

1. Bahan Pengganti Pasir

Penggunaan abu batu dalam industri beton bisa mencapai lebih dari 50% terutama untuk pembuatan conblock, batako, gorong-gorong, dan sebagainya. Seringkali hal ini dilakukan untuk menyiasati ketersediaan pasir yang menipis dan semakin mahal. Sehingga abu batu menjadi solusi tepat dengan harga yang cukup murah namun berkualitas.

Di pasaran tersedia berbagai variasi ukuran abu batu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya.

2. Mampu Mengikat Lebih Baik

Ukuran dan tekstur abu batu yang “tajam” karena proses pemecahan batu membuatnya dapat dengan  mudah mengikat semen saat terkena air. Sehingga tidak heran mampu meningkatkan kekuatan dan kualitas conblock yang diproduksi.

3. Menghemat Penggunaan Semen

Tekstur yang “tajam” dan cukup halus membuat abu batu mampu menghemat penggunaan semen sebagai pengikat antar aggregat. Dengan penghematan semen, otomatis juga berdampak positif pada penghematan biaya produksi.

4. Mempercepat Proses Produksi

Abu batu tidak perlu diayak atau disaring lagi. Berbeda dengan pasir yang seringkali bercampur dengan kerikil dan batu, sehingga diperlukan waktu dan tenaga tambahan untuk menyaringnya/

5. Memperkecil Pori Conblock

Pori-pori yang kecil akan semakin meningkatkan kualitas conblock, selain itu juga mampu menekan tumbuhnya lumut di permukaan conblock tersebut.

Demikian pembahasan 5 manfaat komposisi abu batu pada conblock. Semoga bermanfaat,
salam.

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern
Telpon kami untuk informasi produk terupdate