5 Manfaat Komposisi Abu Batu Pada Conblock

Abu batu adalah material bangunan berwarna abu-abu dan bertekstur butiran, yang mana dihasilkan dari proses sampingan dari industri pemecah batu (stone crusher) dan industri semen. Material ini dapat digolongkan dalam agregat yang diperlukan untuk campuran pengaspalan dan pengganti pasir. Di sisi lain, paving block (conblock) dan batako seringkali menggunakan ini sebagai campuran.

1. Bahan Pengganti Pasir

Penggunaan abu batu dalam industri beton bisa mencapai lebih dari 50% terutama untuk pembuatan conblock, batako, gorong-gorong, dan sebagainya. Seringkali hal ini dilakukan untuk menyiasati ketersediaan pasir yang menipis dan semakin mahal. Sehingga abu batu menjadi solusi tepat dengan harga yang cukup murah namun berkualitas.

Di pasaran tersedia berbagai variasi ukuran abu batu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya.

2. Mampu Mengikat Lebih Baik

Ukuran dan tekstur abu batu yang “tajam” karena proses pemecahan batu membuatnya dapat dengan  mudah mengikat semen saat terkena air. Sehingga tidak heran mampu meningkatkan kekuatan dan kualitas conblock yang diproduksi.

3. Menghemat Penggunaan Semen

Tekstur yang “tajam” dan cukup halus membuat abu batu mampu menghemat penggunaan semen sebagai pengikat antar aggregat. Dengan penghematan semen, otomatis juga berdampak positif pada penghematan biaya produksi.

4. Mempercepat Proses Produksi

Abu batu tidak perlu diayak atau disaring lagi. Berbeda dengan pasir yang seringkali bercampur dengan kerikil dan batu, sehingga diperlukan waktu dan tenaga tambahan untuk menyaringnya/

5. Memperkecil Pori Conblock

Pori-pori yang kecil akan semakin meningkatkan kualitas conblock, selain itu juga mampu menekan tumbuhnya lumut di permukaan conblock tersebut.

Demikian pembahasan 5 manfaat komposisi abu batu pada conblock. Semoga bermanfaat,
salam.

BESTA – Solusi Paving Block Indah & Modern
Telpon kami untuk informasi produk terupdate

Perbedaan Pasir Laut dan Pasir Sungai

Secara terminologi, pasir laut adalah pasir yang diambil dari daerah pesisir pantai, kemudian pasir sungai adalah pasir yang diambil dari sungai dan seringkali bersumber dari lava dingin hasil erupsi gunung berapi.

Untuk bahan bangunan struktural, pasir sungai sudah menjadi primadona, sementara pasir laut sangat jarang karena banyak yang beranggapan kurang baik. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pasir laut memiliki tekstur butiran yang sangat halus, sehingga ketika bercampur dengan adukan semen, daya ikat pasir tidak cukup kuat, sehingga mudah pecah atau terlepas. Secara umum, untuk struktur, lebih baik menggunakan pasir sungai dengan butiran lebih kasar dan tajam.
  2. Pasir laut yang halus membutuhkan lebih banyak semen untuk mengikat, sehingga beresiko membebani anggaran.
  3. Pasir laut memiliki sifat asin, sehingga beresiko membuat tulangan besi struktur berkarat dan mengurangi kekuatan struktur.
  4. Selain itu, sifat asin dapat membuat semen kehilangan daya rekatnya

Tapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua daerah memiliki pasir sungai  karena hanya memilki jenis pasir laut. Jika memang tidak ada solusi lain, sebaiknya pasir pantai dicampur dengan pasir lokal lain selain pasir sungai, hal ini tidak lain untuk mengurangi kadar garam pasir tersebut.

Sementara itu, untuk pembuatan conblock atau paving block, penggunaan pasir sungai dalam campuran dapat mendukung daya ikat dan kekuatan produk tersebut.

Paving Block Besta menawarkan paving block berkualitas dengan model varian yang modern, sehingga tidak hanya kuat namun juga indah dan unik.
Silahkan menghubungi kami melalui email di bestapav@gmail.com atau 0877-3969-1068 (Niwan)